SELAMAT DATANG di CharrorS Blog# Tempat Belajar# Sharing# dan berbagi Informasi dan Berita

Selamat Datang Di charrors Blog, tempat belajar, tempat berbagi info dan data

Sabtu, 03 Januari 2015

psikologi: perkembangan

BAB I
PENDAHULUAN


A.        Latar Belakang
                                    Pada manusia perkembangan fisik dan psikis setiap kali mencapai kematangan terjadi pada waktu dan tempo yang berbeda. Ada yang cepat dan ada yang lambat. Setiap individu yang normal akan mengalami tahapan atau fase perkembangan, hal ini berarti bahwa dalam menjalani hidupnya yang normal dan berusia panjang individu akan mengalami fase-fase perkembangan : bayi, masa kanak-kanak, remaja, dewasa dan tua.
Fase perkembangan dapat diartikan sebagai tahapan atau pembentukan tentang perjalanan kehidupan individu yang diwarnai ciri-ciri khusus atau pola-pola tingkah laku tertentu.

B.      Tujuan

          Adapun tujuan dibuatnya makalah ini adalah
1.          Untuk memenuhi tugas mata kuliah Psikologi Pendidikan.
2.             Untuk mengetahui lebih jauh mengenai fase-fase perkembangan psikologi manusia khusunya pada anak didik.














BAB II
PEMBAHASAN

A.    Pengertian Perkembangan
Dalam kamus bahasa Indonesia perkembangan adalah perihal berkembang, mekar, terbuka terbuka membentang, menjadi besar, luas, banyak dan sebagainya. Sedangkan menurut istilah adalah development, yang merupakan rangkaian yang bersifat progresif dan teratur dari fungsi kematangan (maturation) dan pelajaran (learning).
Istilah perkembangan dan pertumbuhan dalam dunia psikologi dan pendidikan selalu mempunyai kaitan yang erat sekali. Istilah ini sering digunakan secara bergantian namun sebenarnya keduanya mempunyai pengertian yang berbeda. Tumbuh memang berbeda dengan berkembang. Sesuatu yang tumbuh adalah sesuatu yang bersifat material dan kuantitatif, sedangkan berkembang adalah suatu yang bersifat fungsional dan kualitatif. (Tadjab:1994,19).
Dalam buku berjudul Pendidikan Psikologi Perkembangan (2010:68), Baharudin berpendapat bahwa perkembangan berarti perubahan secara kualitatif. Ini berarti perkembangan bukan sekedar penambahan tiap senti pada tinggi badan seseorang atau kemamuan seseorang, melainkan suatu proses integrasi dari banyak struktur dan fungsi yang kompleks.
B.       Peristiwa Gejala Perkembangan
Gejala perkembangan tidak ditekankan pada segi materil, melainkan pada segi fungsional. Untuk itu perkembangan dapat diartikan sebagai perubahan kualitatif dari fungsi-fungsi. Sementara itu fungsi fungsi yang berkembang dalam aspek kejiwaan secara kualitatif tampak dalam sifat kejiwaan sebagai berikut:
1.         Fungsi perhatian
2.         Fungsi pengamatan
3.         Fungsi tanggapan
4.         Fungsi ingatan
5.         Fungsi fantasi
6.         Fungsi pikiran
7.         Fungsi perasaan
8.         Fungsi kemauan
Dalam prosesnya perkembangan tidak dapat dipisahkan dengan pertumbuhan dimana keduanya saling mempengaruhi dan saling memiliki kekuatan untuk membentuk pola pertumbuhan dan perkembangan. Kematangan fungsi jasmaniah sangat besar pengaruhnya pada perubahan fungsi kejiwaan.
C.    Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pertumbuhan dan Perkembangan.
Persoalan mengenai faktor-faktor apakah yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan, dirumuskan oleh para ahli dengan jawaban yang bermacam-macam. Pendapat-pendaat tersebut dapat digolongkan menjadi tiga aliran golongan yaitu nativisme, empirisme dan konvergensi.
1.    Nativisme
Para ahli yang mengikuti aliran ini berpendapat bahwa perkembangan individu itu semata-mata ditentukan oleh faktor-faktor yang dibawa sejak lahir.
2.    Empirisme
Aliran ini bertentangan dengan aliran nativisme. Aliran ini berpendapat bahwa perkembangan itu semata-mata berasal dari faktor lingkungan. Tokoh utama aliran ini adalah John Locke (1632-1704).
3.    Konvergensi
Aliran ini merupakan gabungan dari aliran nativisme dan empirisme yang menggabungkan arti nereditas (pembawaan) dengan lingkungan sebagai faktor yang berpengaruh terhadap pertumbuhan dan perkembangan.
D.    Tahap-Tahap Perrkembangan Psikologi Manusia
Tahap tahap perkembangan manusia memiliki fase yang cukup panjang. Untuk tujuan pengorganisasian dan pemahaman, kita umumnya menggambarkan perkembangan dalam pengertian periode atau fase perkembangan. Berikut adalah penjelasan lebih lanjut mengenai pada setiap periode tahap tahap perkembangan manusia menurut para ahli.

1.        John Santrock dalam buku Life-Span Development
a.      Periode prakelahiran (prenatal period) ialah saat dari pembuahan hingga kelahiran. Periode ini merupakan masa pertumbuhan yang luar biasa dari satu sel tunggal hingga menjadi organisme yang sempurna dengan kemampuan otak dan perilaku, yang dihasilkan kira kira dalam periode 9 bulan.
b.      Masa bayi (infacy) ialah periode perkembangan yang merentang dari kelahiran hingga 18 atau 24 bulan. Masa bayi adalah masa yang sangat bergantung pada orang dewasa. Banyak kegiatan psikologis yang terjadi hanya sebagai permulaan seperti bahasa, pemikiran simbolis, koordinasi sensorimotor, dan belajar sosial.
c.       Masa awal anak anak (early chidhood) yaitu periode pekembangan yang merentang dari masa bayi hingga usia lima atau enam tahun, periode ini biasanya disebut dengan periode prasekolah. Selama masa ini, anak anak kecil belajar semakin mandiri dan menjaga diri mereka sendiri, mengembangkan keterampilan kesiapan bersekolah dan meluangkan waktu berjam jam untuk bermain dengan teman teman sebaya. Jika telah memasuki kelas satu sekolah dasar, maka secara umum mengakhiri masa awal anak anak.
d.      Masa pertengahan dan akhir anak anak (middle and late childhood) ialah periode perkembangan yang merentang dari usia kira kira enam hingga sebelas tahun, periode ini biasanya disebut dengan tahun tahun sekolah dasar. Keterampilan-keterampilan fundamental seperti membaca, menulis, dan berhitung telah dikuasai.
e.       Masa remaja (adolescence) ialah suatu periode transisi dari masa awal anak anak hingga masa awal dewasa, yang dimasuki pada usia kira kira 10 hingga 12 tahun dan berakhir pada usia 18 tahun hingga 22 tahun. Masa remaja bermula pada perubahan fisik yang cepat, pertambahan berat dan tinggi badan yang dramatis, perubahan bentuk tubuh, dan perkembangan karakteristik. Pada perkembangan ini, pencapaian kemandirian dan identitas sangat menonjol (pemikiran semakin logis, abstrak, dan idealistis) dan semakin banyak menghabiskan waktu di luar keluarga.
f.       Masa awal dewasa (early adulthood) ialah periode perkembangan yang bermula pada akhir usia belasan tahun atau awal usia duapuluhan tahun dan yang berakhir pada usia tiga puluhan tahun. Ini adalah masa pembentukan kemandirian pribadi dan ekonomi, masa perkembangan karir, dan bagi banyak orang, masa pemilihan pasangan, belajar hidup dengan seseorang secara akrab, memulai keluarga, dan mengasuh anak anak.
g.      Masa pertengahan dewasa (middle adulthood) ialah periode perkembangan yang bermula pada usia kira kira 35 hingga 45 tahun dan merentang hingga usia enampuluhan tahun. Ini adalah masa untuk memperluas keterlibatan dan tanggung jawab pribadi dan sosial seperti membantu generasi berikutnya menjadi individu yang berkompeten, dewasa dan mencapai serta mempertahankan kepuasan dalam berkarir.
h.      Masa akhir dewasa (late adulthood) ialah periode perkembangan yang bermula pada usia enampuluhan atau tujuh puluh tahun dan berakhir pada kematian. Ini adalah masa penyesuaian diri atas berkurangnya kekuatan dan kesehatan, menatap kembali kehidupannya, pensiun, dan penyesuaian diri dengan peran peran sosial baru.
2.      Elizabeth B. Hurlock
Beberapa tahapan psikologi menurut Elizabeth B. Hurlock
a.       Pralahir/Prenatal               : 9 bulan (± 270 hari)                                    
b.      Infancy/Bayi                    : 10 – 14 hari                                                        
c.        Babyhood/Masa Bayi      : 2 minggu – 2 tahun                                   
d.      Childhood/Anak-anak     : 2 tahun – remaja                   
e.       Addlesence remaja           : 11/13 tahun – 21 tahun
f.       Remaja akhir                    : 24 tahun – meninggal

3.      Aristoteles
Menurut Aristoteles, tahap psikologi manusia dibagi ke dalam 3 tahap.
a.       0 – 7 tahun           : Masa anak kecil / Bermain
b.      7 – 14 tahun         : Masa anak – anak / Sekolah rendah
c.       14 – 21 tahun       : Masa remaja / Pubertas

BAB III
PENUTUP

A.    Kesimpulan
    Perkembangan merupakan perubahan yang sistematis, progresif dan berkesinambungan dalam diri individu sejak lahir hingga akhir hayatnya atau dapat diartikan pula sebagai perubahan – perubahan yang dialami individu menuju tingkat kedewasaan atau kematangannya.
 Tahapan-tahapan perkembangan manusia:
1.         Fase pra kelahiran
2.         Fase bayi
3.         Fase awal masa anak
4.         Fase pertengahan dan akhir anak
5.         Fase remaja
6.         Fase awal dewasa
7.         Fase pertengahan dewasa
8.         Fase akhir dewasa
B.     Saran
Adanya gejala dan fase-fase perkembangan psikologi tersebut di atas, hendaknya menjadi pertimbangan bagi pendidik untuk memberikan pembinaan dan bimbingan agar perkembangan manusia khususnya anak didik menuju arah yang baik dan benar.







DAFTAR PUSTAKA

Baharuddin (2010), Pendidikan Dan Psikologi Perkembangan, Jogjakarta: Ar-Ruzz Media
Tadjab (1994), Ilmu Jiwa Pendidikan, Surabaya: Karya Abditama.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar